Mineral Piroksen: Pengertian, Struktur dan Kegunaannya

Mineral Piroksen: Pengertian, Struktur dan Kegunaannya - Piroksen (Bahasa Inggris: Pyroxenes, biasa disingkat Px) merupakan kelompok mineral inosilikat pembentuk batuan utama yang banyak ditemukan di batuan beku dan metamorf.

Piroksen memiliki rumus kimia XY (Si,Al)2O6 di mana X mewakili kalsium, natrium, besi+2, magnesium dan sedikit seng, mangan, dan litium. Sedangkan Y adalah ion kromium, aluminium, besi+3, magnesium, mangan, skandium, titanium, vanadium dan besi+2.

Mineral Piroksen, Gambar, Struktur, Rumus Kimia dan Kegunaanya
Wikipedia

Piroksen memiliki struktur umum yang terdiri dari rantai tunggal silika tetrahedra. Piroksen yang mengkristal dalam sistem monoklinik dikenal sebagai klinopiroksen dan yang mengkristal dalam sistem ortorombik dikenal sebagai ortopiroksen.

Mineral ini dinamai pada tahun 1796 oleh Rene Just Haüy. Nama Piroksen sendiri berasal dari bahasa Yunani Kuno untuk api (Pyro) dan asing (Xenos).

Piroksen dinamakan demikian karena kehadiran mereka di lava vulkanik, di mana mereka kadang-kadang dilihat sebagai kristal yang tertanam di kaca vulkanik; seperti kotoran yang menempel di kaca, maka dinamakanlah  "Api Asing".

Piroksen pada mulanya disebut "augit", tetapi kemudian diubah namanya sebagai nama sebuah kelompok mineral yang serupa secara struktural dan kimia.

Sebagian besar mantel Bumi terdiri dari Olivin dan Piroksen. Piroksen dan feldspar merupakan mineral utama yang ditemukan di basal dan gabro.

Asal dan Pembentukan

Mineral dalam gugus Piroksen berlimpah baik pada batuan beku maupun metamorf. Kerentanan mereka terhadap pelapukan kimia dan mekanik membuat mereka menjadi penyusun batuan sedimen yang langka.

Piroksen diklasifikasikan sebagai mineral ferromagnesian karena memiliki kandungan magnesium dan besi yang tinggi. Kondisi pembentukan mereka hampir secara eksklusif terbatas pada lingkungan suhu yang tinggi, tekanan tinggi, atau keduanya.

Baca juga : Apa Makanan Hewan Badak? Ini Jawabannya ...

Secara karakteristik, Piroksen lebih umum ditemukan di mafik dan batuan beku ultrabasa di mana mereka terkait dengan plagioklas olivin dan kaya kalsium dan dalam batuan metamorfik bermutu tinggi seperti granulites dan eclogites. Enstatit, clinoenstatit, dan kosmochlor terdapat pada meteorit.

Mineral Group Piroksen

Group Klinopiroksen (monoklinik)

  • Aegirine, NaFe 3+ Si 2 O 6
  • Augite, (Ca, Na) (Mg, Fe, Al, Ti) (Si, Al) 2 O 6
  • Clinoenstatite, MgSiO 3
  • Diopside, CaMgSi 2 O 6
  • Esseneite, CaFe 3+ [AlSiO 6 ]
  • Hedenbergite, CaFe 2+ Si 2 O 6
  • Jadeite, Na (Al, Fe 3+ ) Si 2 O 6
  • Jervisite, (Na, Ca, Fe 2+ ) (Sc, Mg, Fe 2+ ) Si 2 O 6
  • Johannsenite, CaMn 2+ Si 2 O 6
  • Kanoite, Mn 2+ (Mg, Mn 2+ ) Si 2 O 6
  • Kosmochlor, NaCrSi 2 O 6
  • Namansilite, NaMn 3+ Si 2 O 6
  • Natalyite, NaV 3+ Si 2 O 6
  • Omphacite, (Ca, Na) (Mg, Fe 2+ , Al) Si 2 O 6
  • Petedunnite, Ca (Zn, Mn 2+ , Mg, Fe 2+ ) Si 2 O 6
  • Pigeonit, (Ca, Mg, Fe) (Mg, Fe) Si 2 O 6
  • Spodumene, LiAl (SiO 3 ) 2


Ortopiroksen (ortorombik)

  • Hipersthene, (Mg, Fe) SiO 3
  • Donpeacorite, (MgMn) MgSi 2 O 6
  • Enstatit, Mg 2 Si 2 O 6
  • Ferrosilit, Fe 2 Si 2 O 6
  • Nchwaningite, Mn 2+ 2 SiO 3 (OH) 2 • (H 2 O)

0 Response to "Mineral Piroksen: Pengertian, Struktur dan Kegunaannya"

Post a Comment