Klasifikasi dan Morfologi Ikan Tuna, Lengkap!

Dalam artikel ini akan dibas mengenai klasifikasi dan morfologi Ikan Tuna secara lengkap. Kemudian apabila Anda mengunjungi artikel ini karena juga sedang mencari informasi mengenai morfologi Ikan Tuna atau tentang klasifikasi Ikan Tuna Sirip Kuning, maka mungkin Anda sudah mendapatkan artikel yang tepat.

Selanjutnya silahkan baca artikel ini hingga selesai.

Ikan tuna adalah ikan air asin yang termasuk dalam suku Thunnini, subfamili Scombridae. Ikan tuna terdiri dari lima belas spesies dalam lima genera, yang ukurannya sangat bervariasi, mulai dari tuna peluru (panjang maks: 50 cm, berat: 1,8 kg) hingga tuna sirip biru Atlantik (panjang maks: 4,6 m, berat: 684 kg).

Tuna sirip biru rata-rata berukuran 2 m, dan diyakini mampu hidup hingga 50 tahun.

Klasifikasi dan Morfologi Ikan Tuna Lengkap
Wikipedia


Klasifikasi Ikan Tuna

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Scombriformes
Famili : Scombridae
Subfamili : Scombrinae
Suku : Thunnini 
Starks, 1910


Ikan tuna, ikan opah dan hiu mackerel adalah satu-satunya spesies ikan yang dapat mempertahankan suhu tubuh lebih tinggi daripada air di sekitarnya.

Sebagai predator yang aktif dan lincah, tuna memiliki tubuh yang ramping, dan merupakan salah satu ikan pelagis tercepat. Tuna sirip kuning misalnya, mampu berenang dengan kecepatan hingga 75 km / jam (47 mph).

Baca juga : Osmoregulasi: Pengertian, Contoh dan Fungsinya, Lengkap!

Ditemukan di laut yang hangat, ikan ini banyak dipancing secara komersial, dan populer sebagai ikan buruan.

Akibat dari penangkapan ikan yang berlebihan, beberapa spesies tuna, seperti tuna sirip biru selatan dinyatakan hampir punah.

Morfologi Ikan Tuna

Tuna memiliki bentuk tubuh yang sedikit banyak mirip dengan torpedo, disebut fusiform, sedikit memipih di sisi-sisinya dan dengan moncong meruncing.

Sirip punggung (dorsal) dua berkas, sirip punggung pertama berukuran relatif kecil dan terpisah dari sirip punggung kedua.

Baca juga : Fungsi Utama Jantung Beserta Cara Kerjanya, Patut Dibaca!

Di belakang sirip punggung dan sirip dubur (anal) terdapat sederetan sirip-sirip kecil tambahan yang disebut finlet.

Sirip ekor bercabang dalam (bercagak) dengan jari-jari penyokong menutup seluruh ujung hipural.

Di kedua sisi batang ekor masing-masing terdapat dua lunas samping berukuran kecil; yang pada beberapa spesiesnya mengapit satu lunas samping yang lebih besar.

Tubuh kebanyakan dengan wilayah barut badan (corselet), yakni bagian di belakang kepala dan di sekitar sirip dada yang ditutupi oleh sisik-sisik yang tebal dan agak besar.

Bagian tubuh sisanya bersisik kecil atau tanpa sisik. Tulang-tulang belakang (vertebrae) antara 31-66 buah.


Aspek yang luar biasa dari fisiologi tuna adalah kemampuannya untuk menjaga suhu tubuh lebih tinggi daripada suhu lingkungan.

Sebagai contoh, tuna sirip biru dapat mempertahankan suhu tubuh 75-95 °F (24-35 °C), dalam air dingin bersuhu 43 °F (6 °C).

Namun, tidak seperti makhluk endotermik seperti mamalia dan burung, ikan tuna tidak dapat mempertahankan suhu dalam kisaran yang relatif sempit.

Tuna mampu melakukan hal tersebut dengan cara menghasilkan panas melalui proses metabolisme. Rete mirabile, jalinan pembuluh vena dan arteri yang berada di pinggiran tubuh, memindahkan panas dari darah vena ke darah arteri.

Hal ini akan mengurangi pendinginan permukaan tubuh dan menjaga otot tetap hangat, hal inilah yang menyebabkan tuna mampu berenang lebih cepat dengan energi yang lebih sedikit.

0 Response to "Klasifikasi dan Morfologi Ikan Tuna, Lengkap!"

Post a Comment